Banding Ditolak PSSI, Tiga Tim Papan Atas Liga 1 Ini Gagal Tampil Di Liga Champions

Tiga tim Liga 1 yang terdiri dari Bhayangkara FC, PSM Makassar dan Persipura Jayapura yang saat ini berada di papan atas klasemen Liga 1 dipastikan gagal untuk mendapatkan lisensi klub profesional AFC.

Lisensi klub profesional AFC ini merupakan syarat mutlak yang harus dimiliki oleh tim-tim yang akan tampil di kompetisi level Asia seperti Liga Champions Asia maupun Piala AFC.

Dari delapan tim yang mengajukan lisensi klub profesional ke PSSI, ada lima tim yang telah lolos verifikasi tahap awal lisensi klub profesional AFC, diantaranya adalah Persib Bandung, Arema FC, Persija Jakarta, Madura United dan Bali United.

Sementara itu tiga klub lain yang terdiri dari PSM Makassar, Bali United dan Persipura Jayapura yang saat ini menjadi calon-calon kuat juara Liga 1 malah tidak mendapatkan verifikasi lolos lisensi klub profesional AFC.

Ketiga klub tersebut gagal mendapatkan lisensi klub AFC untuk musim ini karena banding yang dilakukan oleh ketiga tim tersebut ditolak oleh PSSI lantaran belum dapat memenuhi 49 poin yang diterapkan AFC.

“Proses banding sudah dijalankan dan sidang banding juga sudah diputuskan. Keputusannya adalah menolak upaya banding. Jadi semua yang sudah diajukan dan ini akan kami report ke AFC karena mekanisme lisensi ini PSSI tidak sendirian. Kami menggunakan sistem yang ada di AFC,” jelas Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono seperti yang dilansir oleh Bolasport.com (31/10/2017).

Sejauh ini, PSM Makassar adalah satu-satunya klub yang masih mengupayakan diri untuk dapat berlaga di kompetisi level Asia.

Pihak manajemen Makassar berharap PSSI dapat membantu PSM Makassar untuk dapat berlaga di kompetisi Liga Champions Asia jika seandainya klub berjukuk Juku Eja tersebut dapat menjadi juara Liga 1 2017.

Sementara itu pihak manajemen Persipura Jayapura telah pasrah dan meminta maaf kepada para suporter Persipura, karena timnya gagal untuk lolos verifikasi klub AFC sehingga tidak dapat tampil di kompetisi level Asia.

Seperti yang dilansir oleh Bola.com (31/10/2017), musibah sakit hingga meninggalnya administrator yang biasa mengurus dokumen Persipura, membuat klub Papua itu terlambat melakukan verifikasi.

“Jelas kami sedih, tapi itulah kenyataannya. Sebagai klub besar kami harus bisa menerima kenyataan ini. Kami tunduk dan taat kepada aturan dan ketentuan walau kami juga tak menginginkan hal ini terjadi, tapi ini adalah musibah. Kami memohon maaf kepada Persipura Mania dan masyarakat Papua atas hal ini. Tuhan memiliki rencana lain yang lebih indah untuk tim ini. Kami akan membenahi agar tak terjadi lagi pada musim depan.” ucap Ketua Umum Persipura, Benhur Tomi Mano.

Pihak Bhayangkara FC sendiri mengaku tak ingin larut dalam proses verifikasi klub profesional AFC tersebut.

Asisten pelatih Bhayangkara FC, Ibnu Graham, mengatakan ingin lebih fokus ke sisa pertandingan yang akan dijalani oleh Bhayangkara FC.

“Sementara ini kami menanggalkan hal yang lain-lain. Kami fokus pertandingan per pertandingan. Itu yang terpenting. Percuma kami berandai-andai tentang AFC, tapi akhirnya kami lengah. Jadi lebih baik fokus di pertandingan terdekat dulu melawan Mitra Kukar,” ucap Ibnu Grahan seperti yang dilansir oleh Jawapos.com (31/10/2017).

Ironis sebenarnya jika menilik permasalahan ini. Klub-klub terbaik Indonesia yang seharusnya dapat berlaga di level yang lebih tinggi lagi untuk dapat mengasah kemampuan melawan tim-tim dari negara lain terpaksa harus pupus.

Dan lebih mengenaskan lagi, karena posisi tim-tim terbaik Liga Indonesia tersebut akan dapat digantikan dengan tim-tim yang peringkat klasemennya ada di bawah mereka namun memiliki lisensi klub profesional AFC, yang artinya, Indonesia hanya akan diwakili oleh tim-tim dengan kualitas yang lebih rendah.