Begini Cara Keras Ferguson Didik Mental Bertanding Cristiano Ronaldo

Hari-hari latihan berikutnya seperti yang dituturkan oleh Tony merupakan hari yang buruk bagi Cristiano Ronaldo muda.

Ferguson dan Manchester United merupakan dua elemen yang tidak bisa dipisahkan dari karir Cristiano Ronaldo yang cemerlang.

Sebelum memperkuat Real Madrid hingga saat ini, Cristiano Ronaldo merupakan pemain muda yang dibeli Manchester United dari Sporting Lisbon di tahun 2003 lalu.

Saat dibeli dari klub asal Portugal tersebut, skill Cristiano Ronaldo belum memang sudah terlihat di atas rata-rata pemain lain, namun Ronaldo di mata pelatih Setan Merah kala itu, Sir Alex Ferguson, memiliki kelemahan di mental bertanding.

Sebagai anak muda, Cristiano Ronaldo kerap memamerkan kemampuannya di pertandingan-pertandingan yang dijalananinya, namun Ronaldo memiliki mental yang lembek. Ronaldo sering merengek kepada pengadil lapangan ketika dirinya dijatuhkan oleh pemain lawan, bahkan yang membuat Ferguson tak senang lagi adalah Ronaldo kerap menjatuhkan diri ketika sudah merasa kalah dalam duel dengan lawan.

Seperti yang dilansir oleh Bola.net (4/9/2017), mantan pelatih kiper United, Tony Coton, melalui bukunya menuliskan bagaimana cara Alex Ferguson meminta tolong kepada beberapa pemain senior Manchester United seperti Roy Keane dan Rio Ferdinand untuk “menghajar” Cristiano Ronaldo di sesi latihan agar mental bertanding pemain yang memiliki julukan CR7 tersebut dapat kuat.

Hari-hari latihan berikutnya seperti yang dituturkan oleh Tony merupakan hari yang buruk bagi Ronaldo muda.

“Sir Alex memulai sebuah misi untuk menguatkan dirinya. Anggota staf pelatih didorong untuk menutup mata jika mereka melihat Ronaldo dilanggar dalam laga-laga latihan dan bermain dalam game-game kecil. Pertandingan-pertandingan seperti ini sangat ketat dan tidak ada ampun. Ronaldo yang malang tidak tahu apa yang menimpanya karena rekan-rekan setimnya yang biasa berbagi lelucon dengannya memberinya perlakuan yang tak masuk kategori candaan. Ketika tendangan bebas tidak diberikan, ia akan mengangkat tangannya dengan marah-marah dan duduk di atas lapangan sembari menyumpah dalam bahasa Portugis sementara permainan berlanjut di sekelilingnya. Para pemain profesional tangguh seperti Roy Keane, Rio Ferdinand akan mengecamnya karena bersikap lembek. Itu adalah cinta yang sulit dan perlahan tapi pasti, pesan itu mulai meresap ke dalam kesadaran pemain sayap kami itu” ungkap Tony Coton dalam bukunya yang berjudul ‘There To Be Shot At” seperti yang dilansir oleh Bola.net (4/9/2017).

Hasil penggemblengan Ferguson inipun akhirnya membuahkan hasil. Cristiano Ronaldo berkembang menjadi pemain yang memiliki mental bertanding yang tangguh, baik ketika membela Manchester United maupun ketika pindah dan bermain untuk Real Madrid.