Duet Maut Striker Yang Pernah Ada Di Premier League

Liga Inggris atau biasa kita kenal dengan nama Premier League telah menyimpan sejuta aksi menawan, dan salah satunya adalah telah melahirkan aksi-aksi para daftar pencetak gol yang ditakuti oleh lawan.

Dalam sejarah Premier League, pencetak gol terkadang tidak harus bekerja sendirian dalam mencetak gol, tetapi seorang teman striker yang lain juga dapat menjadi duet maut yang mematikan dalam mengobrak-abrik pertahanan lawan dan pada akhirnya mencetak gol.

Berikut ini Mampoo sampaikan duet maut pencetak goal di Premier League. Daftar duet maut striker ini sukses membuat barisan pertahanan lawan kocar kacir, dan penjaga gawangpun harus rela berkali-kali memungut bola di gawang mereka karena duet maut striker yang pernah berkiprah di Premier League ini.

Andy Cole dan Dwight Yorke

Duet Andy Cole dan Dwight Yorke ketika bersama-sama membela Setan Merah Manchester United menjadi duet yang sangat ditakuti lawan di Premier League.

Bahkan kedua striker haus goal ini tidak hanya ditakuti oleh lawan mereka di Premier League, tetapi juga hingga ke kancah internasional seperti gelaran Liga Champions.
Permainan keduanya yang tampak padu dan seakan saling mengerti kebutuhan antara keduanya membuat mereka seakan tidak kesulitan untuk menembus jala lawan.

Duet Andy Cole dan Dwight Yorke ini sukses membuat 53 gol ke gawang lawan, dan tentu saja momen yang paling diingat adalah saat Andy COle dan Dwight Yorke pada akhirnya mampu mempersembahkan treble winner untuk fans Manchester United pada musim kompetisi 1998/99.

Alan Shearer dan Chris Sutton

Duet maut yang kedua adalah Alan Shearer dan Chris Sutton, yaitu saat keduanya masih membela Blackburn Rovers.

Kombinasi permainan Alan Shearer dan Chris Sutton menjadi duet yang ditakuti sebelum era duet maut Andy Cole dan Dwight Yorke untuk Manchester United.

Berkat permainan padu dan apik dua pemain depan paling berbahaya di Liga Inggris pada saat itu akhirnya mampu mengantarkan Blackburn Rovers meraih gelar Premier Legaue di musim kompetisi 1994/95 mengalahkan sekaligus mematahkan dominasi Manchester United.

Pengamat bola dan pecinta sepak bola pun menjuluki duet maut Blackburn Rovers ini dengan nama “SAS” yang memiliki kepanjangan Sutton dan Alan Shearer.

Duet maut ini tidak bertahan lama, hanya dua musim kompetisi saja, dan kemudian Alan Shearer melanjutkan karirnya hingga gantung sepatu di Newcastle United.

Lihat aksi maut duet SAS – Sutton Alan Shearer di video berikut

Dennis Bergkamp dan Thierry Henry

Duet maut yang ini adalah duet maut antara Dennis Bergkamp dan Thierry Henry di Arsenal.

Kombinasi permainan Dennis Bergkamp yang merupakan pemain nasional Belanda dan Thierry Henry yang merupakan pemain nasional Perancis, sukses membuat siapapun pemain belakang lawan Arsenal patut berkeringat dingin.

Permainan Bergkamp dan Henry mampu menyarangkan total sebanyak 266 gol ke gawang lawan. Pemain tengah Arsenal pada saat itu seperti mudah memberikan peluang kepada Henry maupun Bergkamp untuk mencetak gol. Meskipun Henry yang memakai nomor punggung 10 adalah target man untuk mencetak gol, namun keberadaan Bergkamp tidak dapat dianggap remeh oleh pemain lawan.
Dan justru karena permainan Bergkamplah, Henry terkadang dengan mudah bisa menceploskan si kulit bundar ke gawang lawan

Prestasi paling luar biasa duet maut Arsenal, Dennis Bergkamp dan Thierry Henry ini adalah pada musim kompetisi 2003/2004. Di musim kompetisi ini kombinasi permainan striker Arsenal ini mampu mencetak 34 gol dan membawa Arsenal juara Premier League tanpa terkalahkan.

Michael Owen dan Emile Heskey

Tak ketinggalan, Liverpool pun pernah memiliki duet striker maut di barisan penyerang mereka.

Setelah gagal dan kalah bersaing dengan Manchester United yang merupakan rival sejati fans Liverpool di musim kompetisi 1998/1999, di musim berikutnya Liverpool pun kemudian mendatangkan striker Leicester City, Emile Heskey.

Manager Liverpool saat itu, Gerrard Houllier sangat yakin jika Heskey akan menjadi tandem yang sangat pas bagi striker masa depan Liverpool saat itu, Michael Owen.

Keyakinan Houllier tersebut terbayar, di musim 1999/00 Liverpool mampu merengsek naik ke posisi keempat di klasemen Premier League, dan duet maut Owen dan Heskey menjadi kekuatan ketajaman lini depan Liverpool.

Di musim berikutnya, duet Michael Owen dan Emile Heskey makin padu, dan kombinasi permainan keduanya mampu mencetak 46 goal ke gawang lawan. Dan Owen pun juga mampu meraih gelar pemain dunia terbaik Ballon D’or.

Kebanggaan Liverpool pun semakin bertambah, karena di lima bulan berikutnya duet “bigger man dan little man” Liverpool ini mampu mengantar Liverpool meraih gelar di ajang Piala UEFA, Piala Liga dan Piala FA.

Video aksi Michael Owen dan Emile Heskey saat memperkuat Liverpool melawan Bayern Munich di pertandingan European Super Cup

Sebenarnya selain duet maut yang telah Mampoo sebutkan di atas, masih ada duet maut lain di Premier League yang tak kalah ganasnya seperti Niall Quinn dan Kevin Philips ketika masih bersama-sama membela Sunderland, Eidur Gudjohnsen dan Jimmy Floyd Hasselbaink ketika membela Chelsea, dan pasangan Les Ferdinand dan Alan Shearer saat memperkuat Newcastle United.