Gabungkan Pemain Yunior dan Senior, Luis Milla Berharap Skuat Timnas Indonesia Punya Kecepatan dan Kematangan

PSSI mendatangkan Luis Milla Aspas untuk melatih Timnas Indonesia dengan harapan agar dapat membangun Timnas Indonesia menjadi kuat dan mengikuti perkembangan permainan sepak bola modern.

Salah satu program PSSI dan Luis Milla untuk mengetahui perkembangan kekuatan Timnas tentu saja salah satunya adalah dengan mengagendakan sejumlah ujicoba, dan salah satunya adalah pertandingan ujicoba melawan Timnas Kamboja yang digelar pada hari Rabu (4/10/2017) lalu.

Pada pertandingan ujicoba tersebut, sebenarnya telah terlihat jelas, bagaimana gambaran skuat Timnas Indonesia di tangan Luis Milla nanti.

Pada saat melawan Kamboja tersebut, Luis Milla secara sengaja dan berani memanggil banyak pemain muda dan bahkan tidak memanggil pemain yang sudah mulai menurun seperti Boaz Solossa.

Terkait pemanggilan banyaknya pemain muda yang dipromosikan ke Timnas senior Indonesia, Luis Milla seperti yang dilansir oleh Bolasport.com (5/10/2017) menjelaskan alasannya.

“Ide saya adalah mengombinasikan pemain muda dengan para senior berpengalaman. Yang saya ingin lihat dari mereka adalah kerja sama, baik saat di dalam maupun di luar lapangan” jelas Luis Milla.

Pada saat melawan Kamboja, Luis Milla memang menurunkan kombinasi pemain senior dan yunior. Kecepatan pemain muda ditopang dengan kematangan pemain senior membuat Timnas Indonesia mampu menutup pertandingan dengan skor kemenangan 3-1 yang dicetak oleh Lerbi Eliandri, Rezaldi Hehanusa dan Septian David Maulana.

Selain itu, kombinasi senior – yunior di skuat Timnas Indonesia ini juga menjadi ajang pencarian tiga pemain senior yang akan dibawa Luis Milla untuk bergabung dengan skuat Timnas U-23 dalam ajang Asian Games 2018.

“Kami sudah cukup kenal pemain muda yang ada di Indonesia. Kami tahu bahwa kami dapat bergantung dengan pemain senior dan saya yakin pemain senior bisa beradaptasi dengan ide kami,” ungkap Luis Milla seperti yang dilansir oleh Liputan6.com (6/10/2017).