Indonesia Vs Myanmar Diharapkan Jadi Titik Kebangkitan Timnas U-22

cara menerima kegagalan meraih emas tersebut adalah dengan berjuang lebih maksimal lagi dan kembali fokus serta semangat meraih kemenangan atas Myanmar dan merebut medali perunggu.

Timnas Indonesia U-22 memang gagal mempersembahkan medali emas untuk Indonesia di cabang olahraga sepak bola SEA Games 2017.

Evan Dimas dan kawan-kawan harus rela memupus impian untuk berlaga di final, memperebutkan medali emas setelah dikalahkan Malaysia dengan skor tipis 0-1 di pertandingan semifinal.

PSSI melalui Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria mengapresiasi perjuangan para pasukan Garuda Muda sepanjang penampilan di SEA Games 2017. Ratu Tisha juga mengatakan jika saat ini cara menerima kegagalan meraih emas tersebut adalah dengan berjuang lebih maksimal lagi dan kembali fokus serta semangat meraih kemenangan atas Myanmar dan merebut medali perunggu.

“Kami pengurus PSSI mengungkapkan terima kasih dan apresiasi atas kerja keras yang ditampilkan tim saat melawan Malaysia di semifinal. Kita memang kalah dan itu harus diterima. Cara menerima yang paling baik adalah berjuang lebih maksimal lagi. Para pemain harus kembali fokus dan semangat melawan Myanmar untuk dapatkan Perunggu,” kata Ratu Tisha seperti yang dilansir dari PSSI.org.

Selain memuji penampilan gemilang para anak asuh Luis Milla tersebut, PSSI juga mengapresiasi lini pertahanan Indonesia yang terbilang sangat solid sepanjang SEA Games 2017. Dalam enam pertandingan di SEA Games, pertahanan Timnas U-22 Indonesia yang dikoordinir oleh Hansamu Yama ini hanya bobol dua gol saja. Solidnya lini pertahanan Indonesia ini juga tak lepas dari penampilan cemerlang dua penjaga gawang Timnas U-22.

Indonesia akan melakoni laga terakhir di SEA Games 2017 pada hari Selasa (29/8/2017) melawan Myanmar dan akan memperebutkan medali perunggu di Stadion MP Selayang, Selangor. Pertandingan ini sendiri akan dimulai pukul 15.30 WIB.