Sebelum Lawan Korea Selatan, Mantan Kapten Timnas Indonesia Minta Timnas U-19 Benahi 2 Kelemahan Ini

Timnas U-19 Indonesia berhasil menjalani dua laga Kualifikasi Grup F Piala Asia U-19 dengan mulus, namun yang perlu diingat lawan-lawan yang dihadapi Timnas U-19 tersebut kelasnya masih ada di bawah Timnas Indonesia.

Ujian yang sebenarnya tentu di dua laga terakhir yaitu saat menghadapi Korea Selatan dan Malaysia.

Korea Selatan yang bertindak selaku tuan rumah Kualifikasi Piala Asia U-19 merupakan tim terkuat di Grup F dan akan menjadi lawan bagi Timnas U-19 hari Sabtu besok (4/11/2017).

Namun, sebelum melawan Korea Selatan, coach Indra Sjafri dan skuat Timnas U-19 haruslah memperhatikan kelemahan-kelemahan yang telah terlihat di dua pertandingan terakhir, terutama saat menghadapi Timor Leste.

Mantan kapten Timnas Indonesia yang pernah meraih medali emas SEA Games 1991, Ferryl Raymond Hattu seperti yang dilansir Bola.com (2/11/2017) mengatakan jika dirinya masih melihat dua kekurangan yang harus dibenahi oleh Timnas U-19 saat ini.

Ferril mengatakan jika pada saat menghadapi Timor Leste, lini belakang Indonesia sempat kewalahan dalam menghadapi agresivitas para pemain depan Tmor Leste. Namun beruntung, akurasi para pemain depan Timor Leste tersebut tidak mampu menjebol gawang Timnas U-19.

“Pada paruh pertama pertahanan timnas kedodoran. Beruntung, akurasi penyelesaian Timor Leste buruk. Kalau lawan berhasil memaksimalkan sejumlah peluang yang mereka dapatkan, mungkin jalannya pertandingan akan berbeda,” tutur Ferril.

Dari lima peluang yang dimiliki oleh Timor Leste, Ferril mencatat ada dua peluang yang tercipta karena kesalahan pemain belakang Indonesia.

Kesalahan semacam ini tentu harus tidak terjadi jika menghadapi tim yang memiliki akurasi bagus seperti Korea Selatan nanti.

Kelemahan yang kedua menurut Ferril adalah Timnas U-19 Indonesia masih tergantung dengan sosok Egy Mualana Vikri.

Bukti adanya ketergantungan dengan sosok Egy ini adalah saat Egy tidak bermain di babak pertama saat menghadapi Timor Leste, para pemain Timnas U-19 tampak kesulitan dalam membongkar pertahanan Timor Leste.

Gol-gol Timnas U-19 pun akhirnya tercipta setelah coach Indra Sjafri memasukkan Egy dan Saddil Ramdani di babak kedua.

Masuknya kedua pemain tersebut berhasil membuat aliran bola ke lini depan dan tusukan-tusukan ke jantung pertahanan lawan juga dapat maksimal yang pada akhirnya membuat Timnas Indonesia mencetak lima gol ke gawang Timor Leste melalui gol-gol yang dicetak oleh Saddil Ramdani, Hanis Saghara Putra dan Egy Maulana Vikri.

Egy Maulana Vikri sendiri berhasil mencetak tiga gol atau hatrick ketika pertandingan hanya menyisakan waktu 10 menit.

Namun secara keseluruhan mantan Kapten Timnas Indonesia SEA Games 1991, Ferril Raymond Hattu menilai jika skuat Timnas U-19 telah memiliki kekuatan mental dan kolektivitas permainan yang sangat bagus.

Semua gol yang diciptakan oleh Timnas U-19 di laga Kualifikasi Piala Asia U-19 ini menurut Ferril merupakan buah dari skema permainan yang sangat matang.

Ferril bahkan sangat yakin jika Timnas U-19 Indonesia nantinya akan dapat mengimbangi permainan Timnas Korea Selatan, asalkan para pemain Indoesia memiliki kedisiplinan di lini belakang dan mampu menjaga nyali atau mental bertanding.