Stadion Sriwedari, Stadion Pertama Yang Dibangun Oleh Bangsa Indonesia

Stadion Sriwedari adalah stadion tertua yang dibuat oleh bangsa Indonesia sendiri atas prakasra raja Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Sri Susuhunan Pakubuwana X.

Stadion Sriwedari Solo - Stadion Tertua Buatan Bangsa Indonesia
Stadion Sriwedari Solo - Stadion Tertua Buatan Bangsa Indonesia

Indonesia memiliki beberapa Stadion tua dan legendaris seperti Stadion Menteng, Stadion Gajayana, Gelora 10 November, Stadion Teladan, Stadion Siliwangi, Stadion Mattoangin dan Stadion Sriwedari.

Tetapi dari stadion-stadion tersebut, hanya satu stadion yang dibangun oleh bangsa Indonesia sendiri, lainnya didirikan oleh Pemerintah Hindia-Belanda.

Stadion tersebut adalah Stadion Sriwedari yang ada di kota Solo, Jawa Tengah. Seperti yang dilansir oleh Bola.com (9/01/2016), Stadion Sriwedari dibangun atas prakarsa raja Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Sri Susuhunan Pakubuwana X.

Pada tahun 1932, Sri Susuhunan Pakubuwana X memerintahkan untuk membangun Stadion yang telah dilengkapi pula dengan fasilitas tribun penonton dan penerangan yang masa pembangunannya membutuhkan waktu selama delapan bulan.

Stadion Sriwedari juga menjadi jawaban atas kendala hebat PSSI pada waktu itu untuk menyelenggarakan kompetisi pertama yang digelar oleh PSSI.

Di Stadion kebanggan masyarakat Solo itulah, embrio Liga Indonesia yang pada saat itu bernama Liga Perserikatan lahir.

Pada musim kompetisi pertamanya, klub perserikatan VIJ tampil sebagai juara kompetisi Liga Perserikatan pertama di Indonesia.

Selain digunakan untuk menggelar kompetisi Liga Perserikatan pertama di Indonesia, Stadion Sriwedari juga menjadi saksi bisu digelarnya Pekan Olahraga Nasional (PON) pertama pada tanggal 9-12 September 1948.

Pada tahun 2003 lalu,atas perintah Walikota Solo, Slamet Suryanto, nama Stadion Sriwedari ini berganti nama menjadi Stadion R. Maladi.

Perubahan nama ini dimaksudkan untuk menghormati Maladi yang memiliki sumbangsih besar terhadap perkembangan olahraga kota Solo dan bangsa ini. Selain pernah menjabat sebagai Ketua Umum PSSI, Maladi juga pernah menjabat sebagai Menteri Penerangan dan Menteri Pemuda dan Olagaraga.

Namun di tahun 2014, tanpa mengecilkan nama R. Maladi, bertepatan dengan peringatan Hoarnas, nama Stadion R. Maladi dikembalikan lagi menjadi Stadion Sriwedari dengan alasan di Stadion inilah cikal bakal sejarah olahraga bangsa Indonesia dimulai.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here